Bidikutama7.com, Tangerang- Pemerintah bersama sejumlah lembaga riset dan perusahaan energi mulai gencar mengembangkan energi alternatif sebagai solusi menghadapi krisis energi fosil yang semakin menipis. Kamis, (28/8/25).

Energi alternatif seperti tenaga surya, angin, biomassa, dan panas bumi kini mendapat perhatian besar karena dinilai lebih ramah lingkungan serta mampu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak dan batu bara.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan sejumlah perusahaan energi, baik dalam maupun luar negeri, untuk mempercepat pengembangan teknologi energi terbarukan.

Program pengembangan energi alternatif telah berjalan di berbagai daerah, antara lain PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di Nusa Tenggara Timur, PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) di Sulawesi Selatan, serta proyek biomassa di Jawa Tengah.

Proyek energi terbarukan ini mulai digencarkan sejak 2020 dan ditargetkan terus meningkat hingga 2060, sejalan dengan komitmen Indonesia mencapai net zero emission.

Krisis energi global, polusi udara, dan perubahan iklim menjadi alasan utama perlunya transisi energi. Energi alternatif dinilai mampu menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru.

Pemerintah memberikan insentif pajak, bantuan pendanaan, serta regulasi yang mendukung penggunaan energi terbarukan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat terus digalakkan agar penggunaan energi bersih dapat diterapkan mulai dari rumah tangga hingga industri besar.

(Red / vj)