Bidikutama7.com, Cikarang- Kondisi kebersihan Pasar Sentra Grosir Cikarang (SGC) kembali menuai sorotan publik. Tumpukan sampah yang menggunung di sejumlah sudut pasar dikeluhkan para pedagang dan pengunjung karena menimbulkan bau menyengat, pemandangan kumuh, serta berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.

Ironisnya, hingga saat ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Bekasi dinilai seolah tutup mata terhadap persoalan klasik tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan sampah organik dan non-organik bercampur menumpuk di area belakang kios, saluran air, hingga bahu jalan sekitar pasar. Limbah sisa sayuran, plastik, kardus, serta sampah rumah tangga tampak tidak terangkut secara rutin. Kondisi ini diperparah dengan genangan air kotor yang memicu bau tak sedap, terutama pada jam-jam padat aktivitas pasar.

“Setiap hari kami berdagang di tengah bau sampah. Sudah sering dilaporkan, tapi seperti tidak ada tindakan nyata,” ujar salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya, Rabu (7/1/2026).

Ia mengaku khawatir kondisi tersebut berdampak pada kesehatan pedagang dan pembeli, sekaligus menurunkan minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional.
Keluhan serupa juga disampaikan warga sekitar pasar. Menurut mereka, tumpukan sampah tidak hanya merusak estetika kawasan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber berbagai penyakit.

“Lalat, tikus, dan nyamuk makin banyak. Kalau dibiarkan terus, ini bisa jadi bom waktu kesehatan,” kata seorang warga.
Minimnya pengangkutan sampah secara rutin memunculkan dugaan lemahnya pengawasan serta manajemen kebersihan pasar. Masyarakat menilai DLHK Kabupaten Bekasi belum menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara maksimal, meski persoalan sampah pasar merupakan masalah yang seharusnya dapat ditangani dengan sistem pengelolaan yang terukur dan berkelanjutan.

Aktivis lingkungan di Cikarang turut angkat suara. Mereka menilai pembiaran sampah di Pasar SGC mencerminkan buruknya tata kelola kebersihan fasilitas publik.

“Pasar adalah pusat aktivitas ekonomi rakyat. Jika sampah dibiarkan menumpuk, ini menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat,” tegas salah satu aktivis.

Masyarakat mendesak DLHK Kabupaten Bekasi bersama pengelola Pasar SGC Cikarang segera turun tangan secara konkret, mulai dari penambahan armada pengangkut sampah, penjadwalan pengangkutan yang rutin, hingga penegakan aturan pengelolaan sampah bagi para pedagang. Jika kondisi ini terus dibiarkan, warga meminta aparat pengawas internal maupun DPRD Kabupaten Bekasi melakukan evaluasi serius terhadap kinerja instansi terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak DLHK Kabupaten Bekasi belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan sampah yang menumpuk di Pasar SGC Cikarang. Masyarakat berharap persoalan ini tidak lagi menjadi keluhan berulang, melainkan segera mendapat solusi nyata demi kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan bersama.(David)