SERDANG KULON | Bidikutama7.com

Proyek pemeliharaan jalan hotmix di Kampung Cibango, RW 06, Desa Serdang Kulon, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang yang dibiayai dari APBD Tahun Anggaran 2026 senilai Rp78.910.000, menuai keluhan dari warga setempat. Pasalnya, kualitas pengerjaan dianggap sangat buruk, aspal terlihat sangat tipis, dan terkesan asal jadi.

Aspal Tipis Seperti Kertas, Mudah Pudar

Berdasarkan pantauan awak media Bidikutama7.com di lokasi pada Rabu (28/10/2026), lapisan aspal yang baru saja dikerjakan terlihat sangat tipis. Agregat batu masih terlihat jelas menonjol, sementara lapisan pengikatnya sangat minim. Warga pun tak pelak mengeluhkan hal tersebut.

“Baru selesai dikerjakan, sudah terlihat tipis sekali. Diinjak kaki saja sudah pudar dan berbekas, apalagi kalau dilalui kendaraan bermotor, tak butuh waktu lama pasti sudah rusak lagi,” ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan.

Keluhan senada disampaikan warga lainnya. “Lihat saja sendiri, ketebalannya tidak sampai satu sentimeter. Seperti kertas ditempel di tanah. Anggarannya puluhan juta, tapi hasilnya begini. Kami khawatir sebelum tahun berakhir, jalan ini sudah hancur kembali,” tambahnya.

Pelaksana Proyek Tidak Ada di Lokasi

Saat awak media berusaha mengonfirmasi ke pihak pelaksana, tim dari CV Matahari Terbit Pagi selaku kontraktor pelaksana proyek ini tidak ditemukan di lokasi. Para pekerja yang ada di lokasi tampak menghindar saat dimintai keterangan, seolah-olah tidak ingin berkomunikasi dengan awak media.

Awak media berusaha menanyakan kepada pekerja yang ada di lokasi, namun mereka seakan alergi terhadap kehadiran media. Tidak ada satupun yang berani memberikan pernyataan, termasuk mandor proyek yang tidak terlihat di Lokasi.

Spesifikasi di Papan Proyek vs Kenyataan di Lapangan

Papan informasi proyek yang terpasang mencantumkan volume pekerjaan sepanjang 146 meter dengan lebar 2 meter, dikerjakan dalam waktu 14 hari kalender. Namun hasil yang terlihat di lapangan jauh dari harapan warga. Warga mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran yang mencapai hampir 79 juta rupiah dengan hasil yang dinilai sangat minim dan kualitas rendah.

Warga berharap pihak Kecamatan Panongan maupun Dinas terkait segera turun ke lapangan untuk mengecek dan mengawasi langsung pekerjaan ini, agar anggaran negara tidak terbuang sia-sia dan masyarakat benar-benar mendapatkan jalan yang layak dan awet.

Reporter: Rudi
Editor: A.R

Sumber: Tim Liputan di Lokasi