Bidikutama7.com, Melawi– Tanaman liar kirinyuh (Chromolaena odorata) terlihat bermekaran di sejumlah lahan kosong dan pinggir jalan di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Bunga berwarna ungu muda yang tumbuh bergerombol tersebut menarik perhatian warga karena kemunculannya cukup dominan di area semak dan rerumputan. Kamis (18/12/25).

Kirinyuh merupakan tanaman yang mudah tumbuh di lingkungan terbuka, terutama pada lahan yang jarang dikelola. Selama ini, tanaman ini lebih dikenal sebagai gulma karena pertumbuhannya yang cepat dan berpotensi mengganggu tanaman budidaya.

Meski demikian, berdasarkan pengetahuan masyarakat dan literatur tanaman tradisional, kirinyuh diketahui memiliki sejumlah potensi manfaat, terutama dalam pengobatan tradisional. Daunnya secara turun-temurun dimanfaatkan untuk membantu menghentikan pendarahan luka ringan dan mempercepat proses pemulihan secara alami. Penggunaan tersebut dilakukan secara tradisional dan bukan sebagai pengganti pengobatan medis.

Selain itu, kirinyuh juga dapat dimanfaatkan dalam bidang pertanian sebagai bahan pupuk hijau atau kompos, karena mengandung bahan organik yang dapat membantu memperbaiki struktur tanah apabila diolah dengan tepat.

Namun demikian, salah seorang warga mengingatkan bahwa kirinyuh termasuk dalam kategori tanaman invasif. Jika tidak dikendalikan, pertumbuhannya dapat menekan tanaman lain dan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem.

“Pemanfaatan tanaman kirinyuh sebaiknya dibarengi dengan pengendalian yang bijak, agar tidak berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya

Fenomena mekarnya bunga kirinyuh ini menjadi pengingat bahwa tanaman liar tidak selalu memiliki sisi negatif. Dengan pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan, kirinyuh dapat memberikan manfaat sekaligus tetap menjaga keseimbangan alam. (Red)

Sumber: Tim Liputan Bidikkers