JAKARTA | Bidikutama7.com
Suasana terasa tegang namun penuh semangat perjuangan di jalanan ibu kota hari ini. Ribuan mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran yang menuntut dilakukannya Reformasi Jilid 2. Salah satu hal yang paling mencolok dan menarik perhatian publik adalah seluruh peserta aksi serentak mengenakan pakaian berwarna hitam gelap. Ternyata, pilihan warna ini bukan sekadar kebetulan atau atribut biasa, melainkan memiliki makna mendalam dan alasan yang kuat di baliknya. Hari Jumat, 12 Juni 2026.
Dalam keterangannya kepada awak media, salah satu pimpinan aksi menyampaikan secara tegas alasan pemakaian kaos hitam tersebut. “Kami memilih warna hitam bukan tanpa alasan. Warna ini melambangkan keprihatinan kami yang mendalam, sekaligus menjadi isyarat bahwa saat ini Indonesia sedang menuju kegelapan,” ujarnya di hadapan massa yang terus berdatangan. Pernyataan itu disambut dengan sorakan setuju dari ribuan mahasiswa yang memenuhi ruas jalan utama di pusat kota Jakarta pada siang hari ini.
Selain mengibarkan spanduk dan poster bertuliskan tuntutan perubahan, para demonstran juga menggaungkan tagar #MenujuIndonesiaBangkrut sebagai seruan utama. Kalimat itu menjadi ungkapan keresahan kolektif mereka yang menilai kondisi ekonomi, hukum, dan tata kelola pemerintahan saat ini semakin memburuk dan tidak lagi berpihak pada kepentingan rakyat banyak. Mereka menilai, tanpa perbaikan mendasar dan perubahan sistem yang menyeluruh, masa depan bangsa ini akan semakin terancam.
Aksi yang berlangsung sejak pagi hingga siang ini berjalan dengan tertib namun tetap menyuarakan aspirasi dengan lantang. Kehadiran ribuan mahasiswa ini memadati jalanan, menjadikan peristiwa ini sebagai salah satu aksi unjuk rasa terbesar yang terjadi di ibu kota dalam waktu belakangan ini. Banyak warga masyarakat yang ikut menyaksikan dan mendukung gerakan ini, menganggapnya sebagai bentuk pengawasan generasi muda terhadap jalannya pemerintahan.
Munculnya aksi ini pun memunculkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat luas: Bagaimana tanggapan dan reaksi resmi dari pihak Istana Presiden serta jajaran pemerintah menyikapi tuntutan Reformasi Jilid 2 dan kekhawatiran yang disampaikan oleh para mahasiswa ini? Hingga berita ini diturunkan, tanggapan resmi dari pihak pemerintah masih ditunggu publik.
Para mahasiswa menegaskan bahwa aksi ini bukan berakhir hanya hari ini. Mereka akan terus menyuarakan aspirasi sampai ada jawaban nyata dan langkah konkret dari penguasa untuk memperbaiki arah pembangunan negara agar tidak semakin terjerumus menuju kondisi yang lebih buruk.
Reporter: Mardanih Lubis
Editor: Asep Supriatna
Sumber: pantauan langsung tim di lokasi aksi





