Bidikutama7.com, Bekasi – Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, langsung turun ke lapangan meninjau dampak banjir parah di Kecamatan Sukatani. Kunjungan mendadak pada Senin (3/11/2025) ini berfokus pada kondisi sekolah yang terendam, di mana air masih menggenangi area dalam dan halaman sekolah hingga selutut orang dewasa.

Dalam pantauan dilokasi, Bupati Kunang tampak harus menggunakan sepatu bot oranye tinggi saat menembus genangan air di lingkungan sekolah yang diduga adalah SMPN 2 dan SMAN 2 Sukatani. Ia terlihat didampingi oleh jajaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perangkat daerah, dan sejumlah personel TNI/Polri serta Banser yang bersiaga di lokasi.

Sorotan Kondisi Sekolah dan Akses Jalan

Kunjungan tersebut menyoroti betapa parahnya dampak banjir terhadap fasilitas publik. Lingkungan sekolah tampak lumpuh total, dengan air keruh menggenangi selasar, ruang kelas, hingga ruang tata usaha yang terlihat dari belakang Bupati. Sejumlah piala di lemari pajangan terlihat tepat di atas batas air.

Bupati terlihat berdiskusi serius dengan pejabat yang mendampingi, sembari menunjuk ke arah genangan air. Dalam satu momen, ia bahkan diperingatkan oleh petugas di lapangan mengenai adanya lubang atau saluran air (got/drainase) di bawah permukaan yang tergenang, sehingga ia harus berhati-hati melangkah.

​”Saya minta BBWS segera tuntaskan pekerjaan tertunda yang menjadi pemicu banjir parah ini. Dinas terkait, BPBD, dan seluruh jajaran, fokus pada penanganan darurat di sekolah dan permukiman, dan segera lakukan perbaikan pintu air serta tanggul yang jebol,” tegas Bupati Kunang, seperti yang disampaikan dalam laporan kunjungan tersebut.

Penyebab dan Aksi Cepat

Kecamatan Sukatani disebut menjadi salah satu titik terparah banjir di Kabupaten Bekasi setelah luapan dan jebolnya tanggul di Kali Srengseng Hilir dan Kali Cikarang. Keterlambatan pekerjaan tanggul oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di Bendungan BSH disebut-sebut menjadi sumber utama bencana yang melumpuhkan aktivitas warga, termasuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Bupati Kunang memerintahkan agar:

• ​KBM diliburkan sementara hingga air surut dan pembersihan sekolah selesai.

• ​Perangkat daerah fokus pada penanganan darurat dan perbaikan infrastruktur.

• ​Penyaluran bantuan logistik seperti sembako, obat-obatan, dan kebutuhan mendesak dipercepat ke ribuan warga terdampak, terutama di Desa Sukarukun dan Sukamanah.

Peninjauan ini menekankan pentingnya respons cepat pemerintah daerah dalam menghadapi bencana, sekaligus mendorong pihak terkait, terutama BBWS, untuk segera menuntaskan proyek infrastruktur yang mangkrak dan berdampak langsung pada keselamatan warga.(Red/Hafids)

Sumber: GCC