Oleh: Rudi | Redaksi
JEMBER | BidikUtama7.com
Banjir melanda 17 desa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyebabkan sebanyak 3.944 kepala keluarga (KK) terdampak. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah sungai meluap dan merendam permukiman warga, Jumat (13/02/2026).
Beberapa sungai yang dilaporkan meluap di antaranya Sungai Dinoyo, Kali Putih, Kali Kepuh, Kali Jompo, Sungai Rembangan, Sungai Bedadung, Sungai Karang Bayat, dan Sungai Gondangdia.
Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, menyampaikan bahwa ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1 meter. Kondisi tersebut memaksa sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Kami telah mendirikan posko pengungsian dan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak,” ujar Edi Budi Susilo. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Delapan kecamatan yang terdampak banjir yakni Kecamatan Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, dan Balung.
Selain merendam rumah warga, banjir juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur. Tercatat tiga jembatan dan satu pondok pesantren terdampak. Bahkan, derasnya arus air dilaporkan memutus jembatan di Desa Suci, Kecamatan Panti.
Tak hanya itu, sejumlah jalan serta lahan pertanian warga turut mengalami kerusakan. Pemerintah daerah hingga saat ini masih melakukan pendataan terkait total kerugian akibat bencana tersebut.





