KUBU RAYA | Bidikutama7.com

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Batu Ampar, Syarif Rusli, memberikan klarifikasi terkait isu pembongkaran dan pengiriman arang yang sempat viral dalam tiga hari terakhir. Kamis, (1/10/26).

Dalam keterangannya, Syarif Rusli menegaskan bahwa arang yang ada tersebut bukan hasil olahan baru atau hasil penebangan kayu baru.

“Bahwa arang tersebut adalah sisa dari pembakaran sebelum pelarangan yang dilakukan oleh Bupati pada bulan Mei tersebut. Boleh dikatakan arang tersebut adalah arang yang sudah delapan bulan diproduksi sebelum pelarangan itu dilakukan oleh Bapak Bupati Kubu Raya,” tegas Syarif Rusli.

Sebagai bentuk komitmen, masyarakat di tiga dusun Desa Batu Ampar telah membuat surat pernyataan di atas materai yang menyatakan tidak akan melakukan penebangan atau pembakaran kembali.

Dokumen tersebut juga dilampirkan bersama permohonan resmi dari Pemerintah Desa yang ditandatangani Kepala Desa Batu Ampar, yang memohon agar masyarakat diperbolehkan menjual arang sisa tersebut untuk menyambung kelangsungan hidup mereka.

Sudah Komitmen Jaga Mangrove dan Rehabilitasi 30 Hektar

Syarif Rusli menjelaskan bahwa petani arang di Desa Batu Ampar yang notabene berjumlah 1.280 KK dengan 3.200 jiwa tersebut sudah sangat sadar dan berterima kasih atas solusi yang diberikan Bupati Kubu Raya.

Menurutnya, beberapa solusi jangka pendek, menengah dan panjang dari Bupati sudah mulai berjalan, seperti pembuatan ruang publik, tempat wisata mangrove dan pembibitan mangrove.

“Alhamdulillah masyarakat yang dulunya mempunyai statement jelek melakukan penebangan sekarang sudah sadar. Dalam beberapa bulan ini masyarakat sudah melakukan rehabilitasi bibit mangrove seluas 25 sampai 30 hektar. Bahkan di bulan Juli lalu Pak Bupati beserta rombongan melakukan penanaman secara simbolis di Desa Batu Ampar,” jelasnya.

Untuk jangka menengah, bantuan untuk nelayan sebagai alih mata pencaharian petani arang juga sudah mulai disalurkan.

Harapan masyarakat ke Bupati kubu raya

Pihak BPD berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Kubu Raya khususnya Bupati tetap memperhatikan nasib ribuan warga Batu Ampar yang menggantungkan hidup dari petani arang yang kini sudah berkomitmen total menjaga lingkungan dan tidak mengeksploitasi mangrove kembali.

“Kami yakin dan percaya kepada Bapak Bupati Kubu Raya. Masyarakat kami sudah komitmen menjaga lingkungan sesuai yang selalu dikampanyekan beliau,” tutupnya.(NV)

Editor: Asp
Sumber: Syarif Rusli
Ketua BPD Desa Batu Ampar, Kubu Raya