Oleh: Rudi | Redaksi
TANGERANG SELATAN | Bidikutama7.com
Sebuah peristiwa kebakaran yang melanda gudang penyimpanan pestisida di kawasan pergudangan tertentu di Tangerang Selatan beberapa waktu lalu membuat pihak berwenang meningkatkan pemantauan terhadap kualitas udara di sekitar lokasi kejadian dan wilayah sekitarnya. Minggu (15/02/26).
Setelah api berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan segera mengambil langkah untuk mengukur tingkat polutan udara. Pengukuran difokuskan pada parameter seperti partikel halus (PM2.5, PM10), gas berbahaya seperti sulfur dioksida (SO₂), nitrogen dioksida (NO₂), karbon monoksida (CO), serta senyawa kimia yang mungkin terpancar dari bahan bakar pestisida.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ahmad Dohiri Adam, menyatakan bahwa hasil pemantauan awal menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi beberapa polutan di sekitar lokasi kebakaran dalam beberapa jam pasca kejadian. Namun, dengan adanya upaya penanganan seperti penyiraman area yang terbakar dan pengawasan yang intensif, kondisi kualitas udara mulai menunjukkan tren perbaikan.
Masyarakat di sekitar lokasi kebakaran juga telah diberikan himbauan untuk tetap waspada, menggunakan masker jika perlu, dan mengurangi aktivitas luar ruangan jika diperingatkan kondisi udara tidak mendukung. Pihak berwenang akan terus memberikan update terkait kondisi kualitas udara melalui kanal resmi mereka Tambah nya.





