Foto: Ilustrasi- Kabut asap menyelimuti Kubu Raya
158 Titik Panas Terdeteksi, Sungai Ambawang Tertinggi
KUBU RAYA | Bidikutama7.com
Kondisi kualitas udara di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, berada pada level yang mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan Satu Data Bencana Selebaran Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 301,1 µg/m³ atau masuk kategori BERBAHAYA.
Data tersebut berdasarkan pemantauan BMKG Kubu Raya melalui Stasiun Supadio dan Sungai Raya pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Laporan BPBD dirilis pada pukul 13.15 WIB.
Konsentrasi PM2.5 tersebut telah berada di atas ambang kategori berbahaya, yakni lebih dari 250 µg/m³. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan.
BPBD Keluarkan Imbauan Darurat
Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Kubu Raya mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat.
Warga diminta untuk tetap berada di dalam ruangan dan menutup seluruh ventilasi guna mengurangi masuknya asap dan partikel polutan. Masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker N95 atau KN95, termasuk ketika berada di dalam ruangan.
BPBD juga mengimbau warga yang mengalami keluhan kesehatan seperti sesak napas atau pusing agar segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
158 Titik Panas Terdeteksi
Selain kondisi kualitas udara, BPBD Kubu Raya juga mencatat terdapat 158 titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Kabupaten Kubu Raya.
Sebaran titik panas tersebut meliputi:
– Sungai Ambawang: 87 titik
– Sungai Raya: 48 titik
– Batu Ampar: 13 titik
– Kubu: 8 titik
– Rasau Jaya: 2 titik
Dari total 158 titik panas tersebut, sebanyak 7 titik masuk kategori tinggi, sedangkan 151 titik berada pada kategori sedang.
Tingginya jumlah titik panas tersebut menjadi perhatian serius karena dapat berkaitan dengan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terlebih ketika kondisi kualitas udara sudah berada pada level berbahaya.
AWII Kalbar Minta Penanganan Segera
Kondisi tersebut turut mendapat perhatian dari Asosiasi Wartawan Independen Indonesia (AWII) Kalimantan Barat. AWII Kalbar menyampaikan keprihatinan dan meminta Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama seluruh pemangku kepentingan segera mengambil langkah konkret untuk mencegah meluasnya karhutla serta melindungi kesehatan masyarakat.
“Kondisi ini sudah darurat. Kami meminta semua pihak tidak abai. Sekolah, kantor, dan kegiatan luar ruangan perlu dievaluasi. Kesehatan warga adalah prioritas,” ujar perwakilan AWII Kalbar.
AWII Kalbar juga mendorong penguatan langkah pencegahan, pemadaman titik api, pemantauan kualitas udara secara berkala, serta penyampaian informasi yang cepat dan akurat kepada masyarakat.
Masyarakat Kubu Raya diimbau tetap waspada dan mengikuti perkembangan kondisi kualitas udara serta informasi penanganan karhutla melalui kanal resmi BPBD Kabupaten Kubu Raya dan portal Satu Data Bencana Kubu Raya (SDB-KKR).
Red/Yuliana
Editor: Asp
Sumber: BPBD Kabupaten Kubu Raya dan BMKG Kubu Raya





