Bidikutama7.com, Cikarang – Di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi pelaku usaha mikro dan pedagang kecil, kehadiran komunitas paguyuban PGC yang mampu memberikan solusi permodalan sehat menjadi kebutuhan mendesak.

Menjawab persoalan tersebut, PGC (Pedagang Gokil Cikarang) hadir sebagai Komunitas Paguyuban yang fokus pada edukasi dan pendampingan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pedagang kecil yang rentan terjerat pinjaman berbunga tinggi.

PGC lahir dari kepedulian seorang pria kelahiran Majalengka, Jawa Barat, yang kini menetap di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi. Sosok tersebut adalah Iman Surahman, pendiri sekaligus Ketua Admin Pedagang Gokil Cikarang (PGC), yang dikenal memiliki semangat sosial tinggi terhadap keberlangsungan usaha pedagang kecil dan pelaku UMKM. Kamis (1/1/26).

Berangkat dari realitas yang kerap ditemui di lapangan, banyak pedagang kecil mengalami kesulitan mengakses permodalan yang sehat dan adil. Keterbatasan akses komunitas paguyuban keuangan formal membuat mereka terpaksa bergantung pada pinjaman berbunga tinggi, baik dari rentenir maupun sistem pendanaan informal lainnya. Kondisi ini tidak jarang justru memperburuk keadaan usaha dan menjerumuskan pedagang dalam lingkaran utang berkepanjangan.

Melihat fenomena tersebut, PGC hadir bukan sekadar sebagai Komunitas paguyuban pedagang pendukung permodalan, melainkan sebagai wadah edukasi, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha pedagang kecil. PGC menegaskan bahwa solusi permodalan tidak cukup hanya dengan memberikan dana, tetapi juga harus dibarengi dengan pemahaman yang baik mengenai pengelolaan usaha.

Iman Surahman menjelaskan, melalui program MUP (Mitra Usaha PGC), PGC berupaya menghadirkan sistem permodalan yang lebih manusiawi dan berkeadilan. Bahkan, kelebihan dari program MUP tersebut dialokasikan untuk PB (Peduli Bersama), sebagai bentuk solidaritas sosial dan keberpihakan kepada anggota yang membutuhkan.

“Kami ingin pedagang kecil tidak hanya menerima bantuan modal, tetapi juga memahami bagaimana mengelola dan memutar modal tersebut dengan baik. Tujuannya agar usaha mereka bisa terus berjalan, berkembang, dan mandiri secara ekonomi tanpa tekanan bunga tinggi,” ujar Iman Surahman kepada awak media.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PGC menempatkan edukasi sebagai fondasi utama dalam setiap programnya. Materi pendampingan yang diberikan meliputi pengelolaan keuangan sederhana, pencatatan pemasukan dan pengeluaran, perencanaan usaha jangka pendek dan menengah, hingga pemahaman tentang sistem permodalan yang sehat.

Dengan pendekatan yang langsung menyentuh pelaku usaha, PGC terus bergerak di tengah keterbatasan waktu dan sumber daya. Pendampingan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar para pedagang tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu membangun kemandirian ekonomi secara bertahap.

PGC juga menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari solusi ekonomi masyarakat kecil, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem usaha yang berkelanjutan. Komunitas Paguyuban PGC ini percaya bahwa pedagang kecil memiliki potensi besar untuk berkembang apabila diberikan akses pengetahuan dan pendampingan yang tepat.

Ke depan, PGC berencana memperluas jangkauan program pembinaan dan pendampingan, tidak hanya di wilayah Cikarang, tetapi juga ke daerah lain yang memiliki karakteristik ekonomi serupa. Langkah ini diharapkan dapat membantu lebih banyak pedagang kecil agar terbebas dari praktik pendanaan yang merugikan dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, PGC terus berupaya membuktikan bahwa ekonomi kerakyatan dapat tumbuh kuat melalui kolaborasi, edukasi, dan sistem permodalan yang berkeadilan.

Sumber: PGC Cikarang
Reporter: IMN
Editor: Fai