Oleh: Gunawan, A.Md.,S.H | Redaksi
BANJARMASIN | Bidikutama7.com
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (BI Kalsel) mengambil langkah proaktif dalam menyongsong dinamika ekonomi tahun 2026. Melalui kegiatan Capacity Building Jurnalis bertajuk “Dari Rumit ke Relevan”, BI Kalsel berupaya mengubah wajah informasi ekonomi yang selama ini terkesan kaku dan rumit menjadi sajian berita yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Menerjemahkan Angka Menjadi Cerita
Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel, Aloysius Donanto H. W., menegaskan bahwa tantangan utama saat ini bukan pada minimnya informasi, melainkan bagaimana informasi tersebut dapat dipahami oleh publik. Ia berharap 50 jurnalis yang hadir mampu berperan sebagai “penerjemah” kebijakan otoritas moneter kepada masyarakat.

“Ekonomi sering kali dianggap sebagai menara gading yang penuh dengan angka-angka rumit. Melalui kolaborasi ini, kami ingin jurnalis mampu menghadirkan pemahaman ekonomi yang lebih baik, sehingga masyarakat tidak hanya tahu, tetapi juga paham bagaimana kondisi ekonomi memengaruhi dapur mereka,” ujar Aloysius.
Kesiapan Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026
Selain penguatan kapasitas media, BI Kalsel juga memaparkan langkah-langkah konkret dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Sejumlah strategi yang disiapkan antara lain:
Layanan Penukaran Uang Terpadu
BI Kalsel telah memetakan lebih dari 100 titik penukaran uang yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
Sistem Paket Pecahan Penukaran uang akan menggunakan sistem paket pecahan yang disesuaikan dengan kebutuhan rata-rata masyarakat guna meningkatkan efisiensi dan pemerataan layanan.
Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Penguatan koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok pangan serta menjaga harga tetap stabil saat permintaan meningkat.
Menghadirkan Perspektif Ahli
Kegiatan ini turut menghadirkan Aris Prasetyo, Wakil Kepala Desk Ekonomi dan Bisnis dari media nasional, yang membagikan pengalaman serta teknik mengemas data ekonomi dan inflasi agar lebih menarik dan mudah dipahami pembaca.
Dari internal BI Kalsel, Tisna Faisal Ayathollah, Kepala Unit Kehumasan, menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan publik dan komunikasi massa yang transparan serta akurat.
Langkah BI Kalsel ini diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi di atas kertas, tetapi juga menumbuhkan optimisme masyarakat Bumi Lambung Mangkurat dalam menghadapi tantangan ekonomi tahun 2026.





