Foto: Ilustrasi Budidaya Ikan di Bioflok

TANGERANG | Bidikutama7.com

Budidaya ikan dengan sistem bioflok di kolam terpal menjadi salah satu alternatif usaha perikanan yang semakin diminati masyarakat. Selain dapat dilakukan di lahan terbatas, metode ini dinilai lebih efisien dalam penggunaan air dan pakan dibandingkan sistem budidaya konvensional. Minggu, (14/6/26).

Sistem bioflok memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah sisa pakan dan kotoran ikan menjadi gumpalan flok yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber nutrisi tambahan bagi ikan. Dengan demikian, kualitas air kolam dapat lebih terjaga dan pertumbuhan ikan berlangsung lebih optimal.

Berbagai jenis ikan air tawar seperti lele, nila, dan patin dapat dibudidayakan menggunakan metode ini. Banyak pembudidaya memilih kolam terpal karena biaya pembuatannya relatif lebih murah dibandingkan kolam beton serta mudah dipasang di pekarangan rumah.

Selain hemat tempat, sistem bioflok juga memungkinkan kepadatan tebar ikan yang lebih tinggi. Namun demikian, pembudidaya perlu memperhatikan ketersediaan oksigen di dalam kolam dengan menggunakan aerator atau blower yang beroperasi secara terus-menerus. Pengelolaan pakan dan pemantauan kualitas air juga menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan usaha.

Untuk memperoleh hasil panen yang optimal, standar kolam harus menjadi perhatian utama. Mulai dari ukuran kolam, kualitas terpal, sistem aerasi, hingga kepadatan tebar ikan harus disesuaikan dengan kapasitas kolam. Pengelolaan yang baik akan membantu meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko kematian ikan.

Bukan hanya itu, perawatan harian juga memegang peranan penting dalam keberhasilan budidaya. Kondisi air harus selalu dipantau agar tetap berada pada kualitas yang baik dan memberikan kenyamanan bagi ikan untuk tumbuh. Air yang bersih dan stabil akan membantu menghasilkan ikan yang sehat dan berkualitas.

Dari sisi ekonomi, budidaya ikan bioflok memiliki prospek yang cukup baik. Tingginya permintaan pasar terhadap ikan konsumsi menjadikan usaha ini berpotensi memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, baik dalam skala kecil maupun besar.

Sejumlah aktivis perikanan menilai bahwa sistem bioflok dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin memulai usaha perikanan dengan keterbatasan lahan. Namun, mereka mengingatkan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, melainkan juga oleh kedisiplinan dalam perawatan, pengelolaan pakan, serta pemantauan kualitas air secara berkala.

Dengan pengetahuan yang memadai dan pengelolaan yang tepat, budidaya ikan bioflok di kolam terpal dapat berkembang menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Reporter: Bidikutama7.com
Editor: Asep Supriatna

Sumber: Dokumen, Budidaya ikan Bioflok