KOTA TANGERANG | Bidikutama7.com

Keberadaan kabel utilitas jaringan internet yang menjuntai dan semrawut di sejumlah ruas jalan di Kota Tangerang kembali menjadi sorotan masyarakat. Selain mengganggu estetika kota, kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna trotoar yang seharusnya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki.

Kondisi Semrawut di Sepanjang Jalan KH Hasyim Ashari

Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan pada Selasa (2/6/2026), kabel utilitas yang tidak tertata masih jamak ditemukan di beberapa titik, salah satunya di sepanjang Jalan KH Hasyim Ashari, Kota Tangerang. Pada lokasi tersebut terlihat bentangan kabel hitam menjuntai rendah, menumpuk pada tiang utilitas, bahkan sengaja dililitkan secara sembarangan pada batang pohon pelindung jalan.

Tidak hanya masalah kabel, fasilitas fisik trotoar di lokasi tersebut juga terpantau mengalami kerusakan. Beberapa bagian pembatas jalan dan paving block tampak hancur berantakan, sehingga semakin mengurangi keindahan tata kota dan kenyamanan pejalan kaki

Kondisi kabel utilitas internet yang semrawut melilit batang pohon dan menjuntai rendah di trotoar Jalan KH Hasyim Ashari, Kota Tangerang, Selasa (2/6/2026). (Foto: Dok. Istimewa/Raka)

Selain persoalan kabel, masyarakat juga menyoroti dugaan pemanfaatan trotoar dan lahan parkir yang merupakan fasilitas umum untuk kepentingan usaha tertentu. Di beberapa titik, area yang seharusnya bebas hambatan bagi publik justru beralih fungsi menjadi tempat parkir kendaraan yang diduga dimanfaatkan oleh oknum pengusaha demi keuntungan pribadi.

Hak Pejalan Kaki dan Kelompok Rentan Terabaikan

Kondisi tersebut dinilai telah mengurangi hak masyarakat untuk menggunakan fasilitas publik sesuai peruntukannya. Akibatnya, pejalan kaki terpaksa turun ke badan jalan yang padat kendaraan sehingga berisiko tinggi membahayakan keselamatan jiwa mereka.

Padahal, trotoar merupakan fasilitas publik yang memiliki fungsi utama memberikan keamanan bagi pejalan kaki, terutama kelompok rentan seperti:

1. Anak-anak sekolah
2. Orang tua atau lansia
3. Penyandang disabilitas

“Trotoar dibangun untuk pejalan kaki, bukan untuk tempat kabel menjuntai ataupun dijadikan area parkir usaha. Kami berharap ada tindakan tegas dari pemerintah agar fasilitas umum kembali berfungsi sebagaimana mestinya,” ujar Rian (32), salah seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi.

Masalah Kabel Lama yang Sengaja Dibiarkan

Sejumlah pihak menilai kondisi kumuh ini terjadi akibat pesatnya pembangunan jaringan internet (ISP) yang tidak selalu diikuti dengan penataan infrastruktur utilitas yang memadai. Selain itu, masih adanya kabel-kabel tua yang tidak dicabut oleh pihak operator setelah pergantian jaringan turut memperburuk kesemrawutan di lapangan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Tangerang bersama instansi terkait dapat segera mengambil tindakan nyata, di antaranya:

– Melakukan inventarisasi dan pemotongan kabel utilitas yang sudah tidak aktif atau melanggar standar keamanan.
– Menindak tegas pihak-pihak yang menyalahgunakan trotoar untuk kepentingan lahan bisnis pribadi.
– Mendorong pembangunan jaringan utilitas terpadu melalui sistem kabel bawah tanah (ducting) sebagai solusi jangka panjang.

Hingga berita ini diterbitkan, warga Kota Tangerang masih menantikan langkah konkret dari pihak berwenang untuk memastikan trotoar tetap berfungsi sesuai kodratnya, yakni sebagai ruang publik yang aman, ramah, dan nyaman bagi pejalan kaki.

Reporter: Raka/Tim
Editor: Asep Supriatna
Sumber: Investigasi Bidikutama7.com