TANGERANG | Bidikutama7.com

Dugaan penggunaan bahan kimia yang tidak diperuntukkan bagi pangan ditemukan dalam penelusuran awak media terhadap aktivitas pengolahan kulit sapi di Jalan Sangiang, Tanah Merah, RT 01/RW 01, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Banten. Jumat, (25/9/26).

Temuan tersebut menjadi perhatian karena adanya dugaan penggunaan formalin dan boraks dalam proses pengolahan atau pengawetan kulit sapi.

Penelusuran dilakukan pada 25 September 2026, setelah menerima informasi dari masyarakat mengenai aktivitas pengolahan kulit sapi di lokasi tersebut.

Tim awak media kemudian mendatangi lokasi untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus meminta keterangan dari pihak pengelola.

Temuan Perlu Ditindaklanjuti dengan Pemeriksaan

Dari penelusuran tersebut, menemukan adanya indikasi yang perlu mendapatkan perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut terkait bahan yang digunakan dalam proses pengolahan kulit sapi.

Namun, untuk memastikan apakah bahan yang digunakan benar-benar mengandung formalin atau boraks, diperlukan pemeriksaan serta pengujian laboratorium oleh instansi yang memiliki kewenangan.

Temuan ini justru diharapkan dapat menjadi informasi awal bagi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta instansi terkait untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan sesuai kewenangannya.

BPOM menjelaskan bahwa formalin dan boraks merupakan bahan yang dilarang digunakan pada pangan. Karena itu, apabila terdapat dugaan penggunaan bahan tersebut pada produk yang berpotensi masuk ke rantai pangan, pemeriksaan lebih lanjut menjadi penting untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Peruntukan Kulit Sapi Perlu Dipastikan

Salah satu hal yang juga perlu diperjelas adalah peruntukan kulit sapi yang diproses di lokasi tersebut.

Apabila produk tersebut diperuntukkan sebagai bahan baku pangan, aspek keamanan dan proses pengolahannya perlu menjadi perhatian pengawasan.

Pemeriksaan dapat mencakup bahan yang digunakan dalam proses pengawetan, proses produksi, peruntukan produk, hingga pengambilan sampel untuk pengujian laboratorium.

Dengan demikian, masyarakat memperoleh kepastian berdasarkan hasil pemeriksaan resmi, bukan semata-mata berdasarkan informasi yang berkembang.

Pengelola Telah Dikonfirmasi

Dalam rangka memperoleh informasi dari kedua sisi, Tim awak media mendatangi lokasi dan meminta keterangan kepada pihak yang disebut sebagai pengelola berinisial WG.

Saat dikonfirmasi, pihak pengelola belum memberikan penjelasan secara rinci mengenai dugaan penggunaan formalin dan boraks dalam proses pengolahan kulit sapi.

Redaksi memberikan ruang kepada pihak pengelola untuk memberikan penjelasan mengenai bahan yang digunakan, proses pengawetan, serta peruntukan kulit sapi yang dihasilkan.

Fokus menyampaikan temuan awal mengenai dugaan penggunaan bahan kimia dalam pengolahan kulit sapi sekaligus mendorong pihak yang berwenang melakukan pemeriksaan.

Dorong Pengawasan dan Pemeriksaan

mendorong BPOM, pemerintah daerah, dinas terkait, serta instansi yang memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti informasi tersebut melalui pengawasan dan pemeriksaan sesuai prosedur.

Jika diperlukan, pemeriksaan dapat dilakukan dengan mengambil sampel bahan maupun produk untuk diuji di laboratorium.

Langkah tersebut penting agar dugaan yang ditemukan di lapangan dapat segera memperoleh kepastian berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan tidak adanya penggunaan bahan yang dilarang, hal tersebut juga penting untuk disampaikan kepada masyarakat agar tidak terjadi kesimpulan sepihak.

Sebaliknya, apabila pemeriksaan menemukan adanya bahan yang tidak sesuai ketentuan, instansi berwenang dapat mengambil langkah sesuai peraturan yang berlaku.

Awak media Menjalankan Fungsi Kontrol Sosial

Pemberitaan ini merupakan bagian dari fungsi pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan mendorong perhatian terhadap persoalan yang berpotensi menyangkut kepentingan publik.

Temuan ini, disampaikan sebagai informasi awal sekaligus dorongan kepada instansi berwenang agar dilakukan pengawasan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh hasil uji laboratorium resmi yang dapat memastikan adanya kandungan formalin atau boraks pada kulit sapi yang diproses di lokasi tersebut.

Redaksi akan melakukan pemutakhiran apabila terdapat hasil pemeriksaan atau klarifikasi resmi dari pihak pengelola maupun instansi berwenang.

Reporter: .N.Y / Tim Investigasi
Editor: Redaksi

Sumber: Keterangan warga dan hasil penelusuran lapangan

(Bersambung….)