JAKARTA | Bidikutama7.com
Penggiat media sosial asal Bekasi, Hedi Nurhandika atau yang akrab disapa Cang Hedi, menyoroti maraknya dugaan penipuan lowongan kerja palsu (job fake scam) dan praktik percaloan tenaga kerja di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Aspirasi tersebut disampaikan Cang Hedi dalam diskusi dan silaturahmi bersama Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., M.Hum., di Lobi Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Dalam forum itu, Cang Hedi mengungkapkan bahwa pencari kerja, terutama kalangan anak muda, rentan menjadi korban tawaran pekerjaan yang menjanjikan proses rekrutmen mudah dan gaji tinggi. Namun, sebagian korban justru diminta membayar sejumlah uang dengan berbagai alasan, mulai dari biaya administrasi hingga pengadaan seragam.
Menurut Cang Hedi, praktik tersebut tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga memunculkan risiko penyalahgunaan data pribadi. Ia turut mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap dugaan tindak pidana perdagangan orang yang dapat berkedok perekrutan tenaga kerja.
“Fenomena calo kerja dan *job fake scam* ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Saya sudah melakukan observasi sejak 2022 hingga saat ini, dan korbannya sangat banyak. Ada calon pekerja yang mengalami kerugian mulai dari Rp 5 juta, bahkan lebih dari Rp 10 juta akibat tertipu,” ujar Cang Hedi dalam diskusi tersebut.
Cang Hedi Minta Penanganan Penipuan Lowongan Kerja Diperkuat
Cang Hedi menilai, maraknya dugaan penipuan berkedok lowongan kerja membutuhkan perhatian serius dari aparat penegak hukum dan instansi pemerintah terkait.
Ia berharap penanganan kasus tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap pelaku, tetapi juga mencakup pengawasan proses perekrutan tenaga kerja dan edukasi kepada masyarakat agar lebih cermat dalam menerima tawaran pekerjaan.
Menurut dia, koordinasi lintas instansi diperlukan untuk mencegah semakin banyaknya pencari kerja yang menjadi korban.
“Kami berharap Polda Metro Jaya semakin gencar memberantas praktik penipuan berkedok lowongan kerja ini. Perlu ada kolaborasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Kementerian Ketenagakerjaan, agar penanganannya lebih efektif,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya memperluas penyebaran informasi mengenai ciri-ciri lowongan kerja mencurigakan, termasuk tawaran yang meminta pembayaran di muka tanpa kejelasan dasar dan prosedur resmi.
Soroti Praktik Calo Kerja di Bekasi
Cang Hedi secara khusus menyoroti kondisi di Kabupaten dan Kota Bekasi yang dikenal sebagai kawasan industri dengan kebutuhan tenaga kerja dari berbagai sektor.
Menurut dia, tingginya kebutuhan pekerjaan perlu diimbangi dengan pengawasan terhadap proses rekrutmen agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan melalui praktik penipuan dan percaloan.
“Termasuk di Bekasi, yang dijuluki wilayah industri terbesar se-Asia Tenggara, praktik *job fake scam* dan percaloan masih marak terjadi. Masyarakat kecil yang berniat mencari kerja justru disuruh membayar terlebih dahulu. Ketika sudah membayar, mereka malah tertipu. Ini sudah sangat mendesak dan harus segera ditindak,” ujar Cang Hedi.
Pernyataan tersebut merupakan sorotan dan pengalaman yang disampaikan Cang Hedi dalam forum diskusi. Adapun tingkat persebaran kasus dan besaran kerugian secara keseluruhan perlu didukung data resmi dari instansi berwenang.
Kolaborasi Polisi, Pemerintah, dan Influencer Dinilai Penting
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto menerima berbagai aspirasi yang disampaikan peserta diskusi. Persoalan penipuan lowongan kerja menjadi salah satu isu yang dinilai perlu mendapat perhatian bersama.
Keterlibatan penggiat media sosial juga berpotensi membantu memperluas jangkauan edukasi publik, terutama kepada generasi muda yang aktif mencari informasi pekerjaan melalui internet dan media sosial.
Meski demikian, penyebaran informasi perlu disertai verifikasi agar masyarakat dapat membedakan lowongan kerja yang sah dengan tawaran yang patut dicurigai.
Sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan, mempermudah pelaporan dugaan penipuan, serta mendorong proses rekrutmen tenaga kerja yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Cang Hedi berharap aspirasi yang disampaikan kepada Kapolda Metro Jaya tidak berhenti sebagai bahan diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret untuk melindungi masyarakat, khususnya para pencari kerja yang tengah berupaya mendapatkan pekerjaan.
Reporter: A.Rifa’i
Editor: Asp
Sumber: Haris Pranatha, C. PFW., C. MDF., C. JKJ., C. FTAX.





