KOTA TANGERANG | Bidikutama7.com
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Ahmad Baijuri, menjadi sorotan menyusul adanya aksi unjuk rasa yang disebut telah berlangsung sebanyak tiga kali. Massa aksi menyampaikan sejumlah aspirasi dan berharap dapat berdialog secara langsung dengan pihak MUI Kota Tangerang. Jumat, (21/8/26).
Dalam aksi tersebut, Ustadz Rahmat dari MUI Kecamatan Neglasari disebut turut menyampaikan aspirasi agar persoalan yang menjadi perhatian massa dapat dibahas melalui komunikasi dan musyawarah.
Namun, berdasarkan informasi yang disampaikan kepada awak media, hingga aksi yang ketiga, pihak yang disebut sebagai Ketua MUI Kota Tangerang belum bersedia menemui langsung para peserta aksi.
Situasi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan dari pihak pengunjuk rasa mengenai ruang dialog dan keterbukaan dalam menerima aspirasi masyarakat.
Massa aksi berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara terbuka dan mengedepankan musyawarah, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi dan berharap ada ruang dialog. Kami berharap pihak MUI Kota Tangerang dapat memberikan kesempatan untuk bertemu dan mendengarkan secara langsung apa yang menjadi aspirasi kami,” demikian inti tuntutan yang disampaikan pihak aksi.
Meski demikian, informasi mengenai alasan Ahmad Baijuri tidak menemui massa aksi maupun tanggapan resmi dari MUI Kota Tangerang perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Ketua MUI Kota Tangerang mengenai alasan tidak menemui peserta aksi maupun terkait substansi tuntutan yang disampaikan.
Media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Ketua MUI Kota Tangerang, Ahmad Baijuri, maupun pihak-pihak terkait agar pemberitaan berimbang dan masyarakat memperoleh informasi secara utuh.
Reporter: N.Yati





